Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) hadir langsung di tengah masyarakat pada 6–8 Maret 2026 sebagai bentuk nyata tanggung jawab moral mahasiswa.

​Kegiatan bakti sosial ini dipusatkan di Desa Blang Awe, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran para mahasiswa di momen bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah ini bertujuan untuk melihat langsung realitas yang dihadapi warga pascabencana sekaligus menyalurkan bantuan.

Dekan Fakultas Hukum Unmuha Dr. Meinita,. SH. M.H.Kes menyambut baik langkah yang dilakukan oleh BEM FH yang membantu warga yang terdampak bencana di Kabupaten, Meinita mengatakan bahwa s3dikit bantuan yang dibawa sudah sangat membantu untuk meringankan warga yang terdampak bencana.

“Kamimmenyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyambut baik inisiatif luar biasa yang dilakukan oleh rekan-rekan BEM FH Unmuha. Langkah nyata turun ke lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Kabupaten ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang kita junjung tinggi,” ujar Meinita.

Di Lokasi, BEM FH Unmuha menyalurkan bantuan logistik yang dihimpun secara kolektif dari donasi masyarakat Aceh. Bantuan tersebut menjadi simbol gotong royong dan kepedulian antarsesama untuk membantu warga yang sedang berjuang bangkit dari dampak banjir.

​”Kehadiran kami bukan sekadar simbol solidaritas, tetapi bentuk empati untuk merasakan langsung apa yang dialami masyarakat,” ucap salah seorang pengurus BEM FH Unmuha.

​Tak hanya fokus pada kebutuhan fisik, mahasiswa juga memberikan perhatian pada aspek psikologis anak-anak melalui program trauma healing. Dengan mengadakan berbagai permainan ceria, para mahasiswa berupaya mengembalikan tawa dan semangat anak-anak yang sempat mengalami ketakutan akibat bencana.

​Selain itu, semangat kebersamaan terlihat saat mahasiswa dan warga bahu-membahu membersihkan serta menata kembali infrastruktur lingkungan yang rusak. Aksi bersih-bersih ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas harian warga.

​Momen hangat tercipta saat mahasiswa dan masyarakat setempat duduk bersama untuk berbuka puasa. Ruang kebersamaan ini memperkuat ikatan sosial dan menghadirkan ketenangan di tengah masa pemulihan.

​Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, BEM FH UNMUHA juga menyerahkan bantuan berupa ambal (karpet) masjid. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga dalam beribadah, khususnya selama tarawih dan menyambut hari raya Idulfitri.

​Aksi ini menjadi bukti bahwa peran mahasiswa tidak boleh terbatas pada ruang akademik saja, tetapi harus terjun langsung ke lapangan. BEM FH UNMUHA meyakini bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk menjadi bagian dari solusi dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

​Bagi mereka, kegiatan ini bukanlah sekadar seremonial, melainkan panggilan moral untuk selalu hadir dan bermanfaat bagi rakyat. Perlu diingat bahwa Aceh belum sepenuhnya pulih; masyarakat masih sangat mengharapkan kehadiran seluruh elemen pemerintah dan elemen sipil untuk berdiri berdampingan bersama mereka.(HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *